Khamis, 30 Oktober 2008

Surat Dari Fatimah

Surat dari Fatimah



Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal didaerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikandan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukanAS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri. Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diselundupkan keluardari penjara Abu Gharib, surat ini menggambarkan penderitaan para tawananwanita akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota Baghdad , mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq ! *Mafkarat al-Islam* berhasil mendapatkan salinan surat tersebut.



Bismillahirrahmanirrahiim.* **Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered,nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.* [*Qur*an*,Surat 112 *al-Ikhlas*]* *Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam bagisaya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.* *Saudaraku mujahidin di jalan Allah* Apa yang dapat kukatakan padamu?* *Sayakatakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat perkosaan yangdilakukan keturunan kera dan babi itu. Mereka telah menodai tubuhkami,meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkankeleher-leher kami. Allahu Akbar.* *Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidaktahu ini terjadi pada kami? Kami saudaramu, dan Allah akan memintatanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak.** **Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini kecuali merekamendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya.. Padahalkami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah. Takutlah padaAllah! Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Janganbiarkan kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosakami,sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa besar di sisiAllah. Takutlahpada Allah akan urusan kami. Biarkan (jangan serang) tank dan pesawatmereka. Datanglah pada kami di penjara Abu Ghurayb.* *Saya saudaramu karena Allah. Mereka memperkosa saya lebih darisembilan kalidalam satu hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkansalah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belummenikah..* *Semuanya telah diperkosa didepan mata kami semua.* *Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil pakaian kami, danmembiarkan kami telanjang.. Saat surat ini saya tulis, seorang diantara kamitelah bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang tentara memukulnyadi dada dan paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudianbunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok penjara, karena dia sudahtidak sanggup menerima ini. Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, sayamemaklumi perbuatannya** *Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya,sesungguhnya Dia Maha engampun.* *Saudaraku, saya katakan padamu lagi, takutlah pada Allah. Hancurkan kamibersama para tentara itu, agar kami bisa beristirahat dalam damai.* *Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami** * Waa Mu*tasimah!.* *



*Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para muslimah belum berakhir.* *Hatta mataa haadza s-sukuut !!* *Ini yang sudah kesekian kalinya terjadi..* *Entah berapa lagi akan segeramenyusul* *Kemaren, hari ini dan besok* *Begitu seterusnya..* *Ya Rabbnasyku ilaika da'fa quwwatina*Wa qillata hiilatina *Allahumma n-shurna nashran adziima**Allahuma 'alaika bil haaula l-kuffar**Allahuma 'alaika biman adzaa l-muslimin..******Apakah perasaan kalian selepas membaca?******



Lelaki..

Dulu,

Bila di sebut lelaki,

Wanitanya mendongak megah,

Lelaki kami Asadullah, saifullah,

Tokoh kami ramai tak terkira,

Kini,

Bila disebut lelaki,

Wanitanya menunduk lemah,

Tokoh kami sedikit sekali,

Ramainya boneka Yahudi.



Dulu,

Bila disebut lelaki,

Wanitanya tenang hati,

Lelaki kami menjaga, melindungi,

Kini,

Bila disebut lelaki,

Wanitanya mahu cabut lari,

Lelaki khianat, perogol bersiri.



Dulu,

Bila seorang wanita teraniaya,

Sepasukan kuda putih membela,

Al-Mu’tasim kebanggaan wanita,

Kini,

Ribuan wanita suci dipenjara,

Fatimah diperkosa minta dibela,

Lelaki tunduk tak bertenaga.



Dulu,

Bila wanita dibawah jagaannya,

Lelaki memagari sehabis daya,

Tiada siapa berani menggoda.

Kini,

Bila wanita dibawah jagaannya,

Lelaki tak kisah auratnya terbuka,

Wanitanya dibiar bebas, binasa.



Dulu,

Lelaki menggadai harta dan nyawa,

Untuk mengangkat kemuliaan agama,

Kini,

Lelaki menggadai ketinggian agama,

Demi nafsu, dunia dan seisinya,



Dulu,

Lelaki bermatian mencipta sejarah,

Kental berjihad, tekun berdakwah,

Kini,

Lelaki hanya menyanjungi sejarah,

Diri bermalasan tenaga tak dikerah.



Dulu,

Lelaki memperjuangkan deen dan ummah,

AL-Farouq, Zunurain mati terbunuh,

Kini,

Lelaki memperjuangkan diri dan kroninya,

Hingga sanggup membunuh.



Dulu,

Lelaki bersatu menghadapi musuh,

Angkatannya kuat dan teguh,

Kini,Lelakinya berpuak dan berpecah,

Sesame sendiri saling bertelingkah.



Kembalilah lelakiku,

Pada kelakianmu,

Kami rindu lelaki dulu,

Acuan madrasah rasul.



(sajak oleh Fatimah Syarha diambil dari novel SMK)

Tiada ulasan:

Related Posts with Thumbnails